Kamis, 06 Maret 2014

Non Food Grade

Food Grade adalah satu istilah untuk menjelaskan golongan  material yang layak dipakai untuk memproduksi perlengkapan makan. Suatu material dianggap Food Grade apabila material tersebut tidak akan memindahkan atau mentransfer zat-zat yang berbahaya/beracun ke makanan yang akan kita makan

Dan sedangkan Non Food Grade adalah salah satu istilah juga yang menjelaskan tentang golongan material yang tidak layak dipakai sebagai bahan perlengkapan makan ataupun minum dan mengandung zat-zat yang berbahaya/beracun.

Dan pada saat ini saya akan menjelaskan tentang salah satu penyelewengan suatu bahan non food grade terhadap kesehatan masyarakat. Seperti kita ketahui bahan non food grade sangatlah banyak dijumpai dikalangan masyarakat saat ini. Dan bahan non food grade ini juga sangat mudah ditemukan. Saya rasa anda sudah tidak asing lagi dengan nama plastik. Iya, plastik telah menjadi bagian yang terpisahkan dari kehidupan masyarakat modern sekarang.

Plastik adalah salah satu bentuk polimer yang terdiri dari rantai panjang atau rangkaian molekul yang lebih kecil yang dikenal sebagai monomer.
Monomer tersusun dari atom yang biasanya diambil dari bahan alami atau organik dan sering diklasifikasikan sebagai petrokimia.
Segala macam monomer dapat dimanfaatkan dalam pembuatan plastik.
Minyak mentah dan gas alam merupakan sumber pembuat monomer populer yang meliputi jenis stirena, vinil klorida, dan vinil asetat.
Polimer dibuat dengan merangkaikan rantai monomer yang dapat dilakukan dengan metode thermosetting dan thermoplastic.
Pada metode thermosetting, monomer cair dituangkan ke dalam cetakan dan dibiarkan dingin.
Monomer cair memiliki bentuk permanen sehingga produk yang dihasilkan bersifat tahan lama.
Dengan pendekatan thermoplastic, monomer cair dipanaskan dan perlahan-lahan dibentuk sesuai dengan kebutuhan.
Setelah itu, produk kemudian didinginkan hingga menjadi item yang diinginkan.
Sementara plastik umumnya dianggap sebagai produk yang murah, plastik dapat pula diproses menjadi sesuatu yang bernilai tinggi.
Plastik dapat diolah lebih lanjut sehingga memiliki karakteristik tahan panas maupun dingin. Dan pada umumnya plastik digunakan sebagai pengemas makanan dan minuman.